Banten

Detik-detik Mencekam di Selat Hormuz: Saat Peluru Iran Menembus Anjungan Kapal Komersial

Abdurahman | 23 April 2026, 23:49 WIB
Detik-detik Mencekam di Selat Hormuz: Saat Peluru Iran Menembus Anjungan Kapal Komersial
Detik-detik mencekam di Selat Hormuz, saat peluru dari kapal perang Iran menembus anjungan kapal komersil (Istimewa)

AKURAT BANTEN – Keheningan di Selat Hormuz pecah seketika saat rentetan tembakan mulai menghujani badan kapal-kapal raksasa yang tengah melintas.

Jalur urat nadi perdagangan dunia itu kini berubah menjadi panggung drama bersenjata yang mencekam setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melakukan aksi nekat terhadap kapal-kapal komersial.

 Aksi ini menandai eskalasi tertinggi di kawasan Teluk, di mana Iran mulai menggunakan kekuatan militer secara langsung sebagai jawaban atas blokade laut yang dipaksakan oleh Amerika Serikat. 

Baca Juga: Rahasia Militer Israel Bocor! 2 Teknisi Jet Tempur Dituduh Jadi Mata-Mata Iran

Serangan di Tengah Laut: "Anjungan Kapal Rusak Parah"

Ketegangan dimulai ketika kapal Epaminondas, sebuah kapal tanker yang terdaftar di Liberia, dicegat oleh kapal perang berawak Iran di lepas pantai Oman.

Tanpa peringatan panjang, moncong senjata mulai menyalak. 

Kapal kami didekati secara agresif dan ditembaki oleh kapal perang berawak. Peluru-peluru menghantam dan merusak bagian anjungan kapal, menciptakan situasi yang sangat berbahaya bagi awak di dalamnya, ungkap juru bicara Technomar, perusahaan manajemen kapal tersebut.

Hanya berselang beberapa jam, nasib serupa menimpa MSC Francesca.

Kapal berbendera Panama ini tidak hanya ditembaki, tetapi langsung dikepung dan dipaksa menuju pesisir Iran.

Pemerintah Panama mengecam keras aksi ini sebagai "penyitaan ilegal" dan serangan langsung terhadap kedaulatan maritim internasional. 

Baca Juga: Permainan Berbahaya Trump: Pura-Pura Berhenti Perang, Padahal Iran Sedang Dilumpuhkan!

Dunia Dalam Bahaya: Minyak Tembus USD100

Dampak dari peluru yang menembus anjungan kapal ini tidak hanya dirasakan oleh para pelaut di lokasi, tetapi juga merambat ke pasar global.

Selat Hormuz adalah jalur bagi 20% pasokan minyak dunia. Begitu kabar penyitaan ini terkonfirmasi:

Harga Minyak Mentah Brent melonjak tajam hingga melewati angka USD100 per barel.

Uni Eropa dilaporkan mengalami kerugian energi sebesar 500 juta euro per hari akibat ketidakpastian jalur pengiriman.

Krisis ini disebut-sebut sebagai ancaman keamanan energi terbesar yang pernah dihadapi dunia dalam 50 tahun terakhir. 

Baca Juga: Tiga Kapal Diserang di Selat Hormuz, Ketegangan Laut Memanas

Di Balik Aksi Nekat Teheran

Pengamat militer menilai bahwa Iran sedang mengirimkan pesan "semua atau tidak sama sekali."

Di tengah tekanan ekonomi akibat blokade AS, Teheran menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menutup "keran" energi dunia kapan saja mereka mau.

Gedung Putih sendiri berada dalam posisi sulit. Meskipun penyitaan ini dianggap sebagai provokasi berat, diplomasi masih menjadi opsi tipis yang tersisa untuk mencegah perang terbuka di Teluk yang bisa melumpuhkan ekonomi global secara total.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman